Laman

Naik Haji Bagi Penderita Hipertensi

Hypertension (srxawordonhealth.com)
Haji dan Umrah - Naik haji merupakan idaman setiap muslim yang bertakwa. Inilah ibadah yang menjadi rukun Islam kelima dengan segudang keutamaannya. Wajar, jika banyak kaum muslimin yang begitu antusias menyambutnya. Berbagai hal dipersiapkan, baik dari sisi materi, fisik, dan spiritualnya. Tak terkecuali, mereka yang sedang mengidap gangguan kesehatan. Nah, mitra haji dan umrah. Pada artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana seorang pengidap hipertensi agar bisa menjalankan hajinya dengan aman dan nyaman.

Apakah hipertensi itu?
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) adalah suatu kondisi peningkatan tekanan darah dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala. Penyakit ini sangat dipengaruhi pola makan dan pola hidup, sehingga bisa dikelompokkan dalam penyakit kambuhan.

Penyebab hipertensi
Sebagian besar hipertensi disebabkan oleh ketidak normalan tertentu pada arteri. Beberapa faktor yang mendukung terjadinya hipertensi primer atau essensial ini antara lain sebagai berikut.

  1. Faktor genetika (riwayat keluarga). Pada kasus ini, hipertensi bersifat menurun dalam suatu keluarga. Anak dengan orang tua hipertensi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi dibandingkan anak dengan orang tua yang memiliki tekanan darah normal.
  2. Faktor ras. Kasus hipertensi ini—misalnya—terjadi pada orang-orang afro yang hidup di masyarakat barat. Mereka mengalami hipertensi secara merata, yang lebih tinggi dibandingkan orang berkulit putih. Hal inikemungkinandisebabkan karena tubuh mereka mengolah garam secara berbeda.
  3. Faktor usia. Umumnya, hipertensi terjadi berkaitan dengan usia, khususnya pada masyarakat yang banyak mengkonsumsi garam.
  4. Faktor jenis kelamin. Pria lebih banyak mengalami kemungkinan menderita hipertensi daripada wanita. Mengingat penyakit ini juga bisa dipengaruhi faktor psikologis, seringkali hipertensi pada pria dipicu oleh perilaku tidak sehat (merokok, kelebihan berat badan), depresi, dan rendahnya status pekerjaan. Sementara pada wanita, penderita hipertensi lebih berhubungan dengan pekerjaan yang mempengaruhi faktor psikis.
  5. Faktor   stres psikis. Stres meningkatkan aktivitas saraf simpatis. Meningkatnya aktivitas saraf simpatis dapat mempengaruhi tekanan darah secara bertahap. Stres berkepanjangan bisa berakibat tekanan darah selalu tinggi.
  6. Faktor obesitas. Pada orang obesitas (kegemukan), terjadi peningkatan kerja pada jantung untuk memompa darah agar dapat menggerakan beban berlebih. Berat badan yang berlebih menyebabkan bertambahnya volume darah dan perluasan sistem sirkulasi.
  7. Faktor asupan garam Na. Ion natrium mengakibatkan retensi air. Jadi, volume darah bertambah sehingga mengakibatkan daya tahan pembuluh meningkat dan memperkuat efek vasokontriksinor adrenalin.
  8. Faktor rokok. Tekanan darah bisa meningkat disebabkan nikotin dalam tembakau. Hal ini disebabkan nikotin terserap oleh pembuluh darah kecil dalam paru-paru dan disebarkan ke seluruh aliran darah.
  9. Faktor konsumsi alkohol. Alkohol memiliki pengaruh terhadap tekanan darah. Secara keseluruhan, semakin banyak alkohol yang diminum akan membuat tekanan darah semakin tinggi.

Gejala hipertensi
Sebagian besar hipertensi tidak menampakkan gejala. Namun, terdapat beberapa keluhan yang bisa saja terjadi bersamaan dengan terjadinya tekanan darah tinggi, misalnya sakit kepala, pendarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan, dan kelelahan.

Jika kondisi hipertensi berat dan menahun, kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, sesak napas, gelisah, susah tidur (insomnia), dan pandangan menjadi kabur. Kerusakan organ yang umumnya ditemui oleh kebayakan pasien meliputi kerusakan organ jantung, otak, ginjal, dan mata.

Penanganan hipertensi
Bagi para calon jamaah haji yang menderita hipertensi, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengontrol tekanan darah. Terutama sekali, jamaah haji perlu melakukan kontrol ini sebagai bagian dari persiapan kesehatan fisik sebelum keberangkatan.

Beberapa langkah pengontrolan yang bisa dilakukan calon jamaah haji di antaranya sebagai berikut.

  1. Jaga berat badan. Penting bagi calon jamaah haji untuk menjaga pola makan dan pola aktivitasnya. Dengan aktif bergerak, berat badan bisa lebih terkontrol. Beberapa aktivitas yang bisa menjaga badan agar tetap bergerak di antaranya mengikuti senam secara teratur, berjalan kaki dalam jarak tertentu secara teratur, atau berkebun. Namun, jangan sampai melakukan aktivitas berlebih yang justru bisa menimbulkan kelelahan. 
  2. Patuhi diet untuk penderita hipertensi. Sebaiknya calon jamaah haji mengikuti rencana makan yang sehat yang menekankan konsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan rendah lemak susu.
  3. Kontrol jumlah garam dalam makanan. Mengonsumsi garam dalam jumlah berlebihan akan memperbesar risiko hipertensi dan penyakit jantung. Memilih dan menyiapkan makanan dengan garam atau natrium sedikit merupakan tindakan yang bijak.
  4. Hentikan kebiasaan minum-minuman beralkohol. Selain diharamkan, minuman alkohol juga merusak tubuh dan menimbulkan penyakit. Di samping sebagai sarana persiapan fisik, berhenti total dari meminum minuman beralkohol merupakan sarana persiapan spiritual atau rohani. Dengan begitu, kita bisa hadir di tanah suci dengan kebersihan lahir dan batin.
  5. Berhenti merokok. Ini merupakan cara efektif untuk menghindari kekentalan darah akibat kandungan nikotin di dalamnya.

Nah, mitra haji dan umrah. Itulah pengenalan sekilas tentang hipertensi dan cara menanganinya. Dengan begitu, para calon jamaah haji yang mengidap hipertensi bisa melakukan langkah antisipasi agar hipertensi yang diderita bisa dikontrol dengan baik, baik sebelum dan saat keberangkatan, saat beribadah haji di tanah suci, maupun setelah kepulangan di tanah air. Selamat menunaikan ibadah haji. (Jng/RA)
SalamHaji.com